Senin, 08 Januari 2024

Besok ulang tahunku ke-28, hahaha, nggak terasa aku akan sampai di umur ini juga. Dulu aku menganggap 28 itu angka yang sangat besar karena gap ke 30 cuma 2 dan gap ke 25 ada 3, dimana 28 ke 30 artinya lebih dekat dari 28 ke 25.
Saat kecil aku menganggap 30 itu dewasa, tapi ternyata itu hanya angka. Karena "anak kecil" itu bukanlah rentang umur melainkan pilihan hidup, karena sampai umur 100 pun jika jiwa kita "anak kecil" , kita akan tetap "anak kecil".
Oh ya, judulnya life after 25, aku coba menggeneralisir semua yang terjadi dengan tren sekarang, tapi ini mayan relate.
Life after 25 itu memang dewasa. Namun dewasa yang dirasakan berbeda dari bayangan masa lalu kita, dewasa yang ini bukan kebalikan dari "kanak-kanak" atau "anak kecil", dimana kita yang dulu suka cuwawakan menjadi agak kalem, nggak,  fase dewasa ini sikap kitalah yang berubah, kita akan lebih berdamai dengan segala sakit dan perihnya hidup.
Berbeda pendapat, dikhianati, dikecewakan, disakiti, tak dianggap adalah makanan sehari-hari kedewasaan.
Apa yang harus dilakukan? Banyak hal, tidak mudah untuk melaluinya. Tapi kita bisa tersenyum sambil berkata "life must go on".
Seperti garis hidup, di umur 25 ke atas kita akan semakin sadar bahwa teman yang dulu sering bersama kita telah menjalani hidupnya sendiri, bahwa jarak kita dan mereka hanya akan semakin jauh.
Kita akan melihat hidup mereka seperti indah, seperti bahagia, tapi kadang ada yang membuat sedih juga, tapi umur 25 ke atas harus terbiasa menghadapinya, karena itulah makanan sehari-hari.
Rasa iri, rasa kecewa, rasa sedih, rasa bahagia dengan penyebab aneh akan mulai sering dirasakan umur 25 ke atas. 
Tapi di umur yang lebih dekat ke 30 dibanding 25 ini, aku sadar bahwa yang paling penting di dunia ini adalah MIMPI. Mau kaya apapun kejamnya dunia, kalau kita masih punya mimpi, kita masih akan bisa tetap hidup dengan semangat dalam hati.
Tuhan memberkati semua orang yang umurnya 25 ke atas 😂